Kamis, 08 September 2011

Perlunya Pengkajian Ulang Kurikulum Pelajaran Sastra

Sastra sebagai sebuah karya memiliki sifat universal, demikian juga dengan pemaknaan karya tersebut. Seorang apresiator memiliki hak untuk mengulas karya dari berpagai sudut pandang masing-masing. Tetapi yang menjadi permasalahan saat ini, kami sebagai pendidik khususnya bidang studi sastra menghadapi polemik.


ilustrasi : siswa sedang belajar

Dikala siswa menyampaikan pendapat dan pendapat itu berbeda dengan siswa lain tetapi memiliki kebenaran jika ditelaah secara mendalam. Hal ini memang sering terjadi bukan jawaban siswa yang menjadi masalah dikala mendiskusikan sebuah karya sastra, proses diskusi masih bisa diperjelas dengan komentar dan pendapat siswa lain mapun pendapat guru. Polemik utama muncul justru disaat siswa menghadapi soal ujian nasional. Siswa mengatakan jawaban yang ada sebenarnya tidak sesuai dengan apresiasi mereka.
Permasalahan yang lain dalam kenyataannya porsi sastra Indonesia saat ini menjadi bagian dari pembelajaran bahasa Indonesia. Sejak kurikulum tahun 1994, tahun 2004, bahkan tahun 2006 materi sastra hanya sekitar 30 %. Itu pun tidak akan tuntas apabila guru tidak menguasai bidang sastra secara mendalam. Empat jam pelajaran tiap minggu sangat kurang dalam mengulas materi sastra.
Sastra Indonesia lepas dari bahasa Indonesia hanya dalam kurikulum kelas bahasa. Kendala yang ada di lapangan, sangat sedikit siswa yang berminat masuk jurusan bahasa. Sehingga pembelajaran yang diharapkan tidak dapat dicapai maksimal, lebih-lebih dalam usaha mempertahankan sastra sebagai satu kontrol sosial dan moral bagi siswa.
Melihat fenomena itu maka peneliti budaya, Hilman Farid menyatakan bahwa kurikulum sastra di sekolah harus segera diperbaiki karena di era sekarang ini kita tidak memiliki panutan sastrawan yang menjadi patokan dan mencirikan bangsa ini salah satunya dikarenakan tiap angkatan pasti memiliki sastrawan yang berbeda sehingga tidak pernah ada sambungan dan kesatuan.
Sedangkan  Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia mengusulkan pengkajian ulang kurikulum pengajaran sastra Indonesia bagi siswa sekolah dasar hingga menengah. Ia menyebut bahwa kurikulum pengajaran sastra Indonesia tahun 1994 yang menekankan pada apresiasi sastra justru tidak memberikan pemahaman kepada siswa mengenai nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalam sastra tersebut. Seharusnya pengajaran sastra Indonesia di tingkat SD hingga SMA dijadikan alat untuk menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan menerapkan sikap kebangsaan itu dalam kehidupan sehari-hari.


 



 

 

 wassalam..

Senin, 22 Agustus 2011

Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar

 

INOVASI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

       Inovasi ialah suatu upaya yang sengaja dilakukan untuk memperbaiki praktik pendidikan dengan sungguh-sungguh. Miles dalam Ibrahim (1988:52) mengungkapkan paling tidak ada 11 komponen penting yang menjadi wilayah inovasi dalam pendidikan. Kesebelas komponen tersebut yaitu (1) personalia, (2) banyaknya personal dan wilayah kerja, (3) fasilitas fisik, (4) penggunaan waktu, (5) perumusan tujuan, (6) prosedur pembelajaran, (7) peran yang diperlukan, (8) wawasan dan perasaan, (9) bentuk hubungan antarbagian atau mekanisme kerja, (10) hubungan dengan sistem lain, dan (11) perencanaan strategi pembelajaran.
     Untuk keberhasilan inovasi itu dipandang perlu adanya perencanaan yang matang. Ibrahim (1988) mengungkapkan elemen-elemen pokok dalam proses perencanaan yaitu (a) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus inovasi, (b) mengidentifikasi masalah, (c) menentukan kebutuhan, (d) mengidentifikasi sumber penunjang dan penghambat, (e) menentukan alternatif kegiatan, (f) menemukan alternatif pemecahan masalah, (g) menentukan alternatif pendayagunaan sumber daya yang ada, (h) menentukan kriteria untuk memilih alternatif pemecahan masalah, (i) menentukan alternatif pengambilan keputusan, dan (j) menentukan kriteria untuk menilai hasil inovasi.
       Berdasarkan pemikiran di atas dipandang perlu adanya sebuah model dalam inovasi pendidikan. Model itu ialah model MOPIPPI yang bercirikan terbuka, fleksibel, keseluruhan, dan hubungan.
      Cara menerapkan inovasi pendidikan di SD disarankan satu alternatif berupa lagkah-langkah praktis dalam penerapan inovasi pendidikan SD, yaitu 
  • Buatlah rumusan yang jelas, 
  • Gunakan metode atau cara yang memberi kesempatan, 
  • Gunakan berbagai macam alternatif, 
  • Gunakan data atau informasi yang sudah ada, 
  • Gunakan tambahan data untuk mempermudah fasilitas, 
  • Gunakan pengalaman Sekolah Dasar atau lembaga yang lain, 
  • Berbuatlah secara positif, 
  • Menerima tanggung jawab pribadi, 
  • Adanya pengorganisasian kegiatan, dan 
  • Mencari jawaban atau beberapa pertanyaan dasar tentang inovasi di sekolah.

Sabtu, 20 Agustus 2011

kami juga bisa berprestasi

Satu bukti yang sangat mendasar bahwa anak-anak indonesia itu bisa berprestasi dan layak mendapatkan pendidikan yang baik..
Usia Emas dapat di pupuk sejak dini..
guna menghadirkan generasi penerus yang berprestasi





Kamis, 18 Agustus 2011

memory kanak-kanak


Pendidikan dasar merupakan pendidikan massa (mass education) atau education for all yang diwajibkan diikuti oleh setiap warga negara dalam kelompok usia tertentu (compulsory education). Pendidikan dasar (basic education) tidak sama dengan sekolah dasar (primary/elementary school). Sekolah Dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan yang berlangsung selama 6 tahun. Sedangkan pendidikan dasar adalah pendidikan minimum yang wajib diikuti oleh setiap warga negara sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup layak sebagai warga negara dan harga diri suatu bangsa.Wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun menunjukan bahwa peserta didik dalam usia pendidikan dasar harus dapat menyelesaikan pendidikan dasarnya tanpa terputus selama sembilan tahun, yaitu enam tahun di tingkat SD dan tiga tahun di tingkat SLTP atau satuan pendidikan yang sederajat. Dalam wajib belajar sembilan tahun, semua lulusan SD enam tahun secara otomatis harus bisa ditampung di jenjang SMP sebagai bagian dari program pendidikan dasar sembilan tahun
Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan selanjutnya. Pendidikan dasar merupakan modal dasar bagi pembentukan manusia Indonesia yang berkualitas yang memungkinkan dapat menikmati hidup dan kehidupannya secara mandiri. Kemandirian dapat diciptakan melalui proses pembelajaran yang memberi kebebasan kepada peserta didik untuk selalu aktif berpendapat dan bertanya, selalu diberi peluang untuk inovatif atau mengkaji sesuatu yang baru, kreatif untuk membuat sesuatu yang baru dari berbagai sumber, menghargai perbedaan pendapat, dan peka terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Inilah yang disebut learning how to learn yaitu pendidikan dasar harus diselenggarakan dengan cara peserta didik belajar bagaimana belajar sehingga hasil belajarnya akan bermutu.
Mutu hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan jika didukung oleh proses pembelajaran yang bermutu. Indikator proses pembelajaran bermutu adalah yang sesuai dengan tujuan dan visi kurikulum yang telah ditetapkan. Oleh karena itu proses pembelajaran merupakan muara dari implementasi kurikulum. Implementasi kurikulum dilaksanakan oleh guru dengan menerjemahkan tujuan dan isi kurikulum ke dalam rancangan pembelajaran. Guru biasanya mengembangkan pembelajaran dengan bergantung kepada bahan ajar yang terdapat dalam Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP).

indahnya sekolah dasar

indahnya sekolah dasar.. awal dari segala ilmu pengetahuan

sekolah dasar swasta

dasar pemikiran ini berawal dari gugahan hati melihat perkembangan sekolah yang pernah memberikan ilmu yang paling mendasar dalam hidup ini..